TIPS & TRICK

Sejak Kapan Manusia Mengenal Boneka Seks?

Sejak Kapan Manusia Mengenal Boneka Seks? – Di berbagai negara, boneka seks mudah ditemukan untuk melampiaskan hasrat seksual. Di Indonesia, benda ini masih tabu untuk dibicarakan atau dimiliki.

Boneka itu dijahit oleh pelaut Belanda untuk melampiaskan hasrat seksual selama bekerja di laut dalam waktu yang cukup lama.

Boneka seks pertama itu tercatat dalam buku seorang psikiater Iwan Bloch berjudul The Sexual Life of Our Time. Pada akhir tahun 60-an, penjualan boneka itu mulai diiklankan dalam majalah.

Selama Perang Dunia 2. Adolf Hitler dikabarkan memerintahkan pasukannya agar menyiapkan boneka seks untuk dibawa pasukan Jerman yang berperang di garis depan.

Proyek Borghild ini bertujuan untuk mengatasi penyebaran penyakit sifilis di antara pasukan Nazi.

Proyek ini terinspirasi dari memo Heinrich Himmler tahun 1940 yang menyebut ada penyakit sifilis di tempat prostitusi di Paris, Perancis. Para pengrajin kemudian mulai membuat boneka seks di bawah pengawasan Franz Tschackert di German Hygiene Museum.

Namun pada awal 2000-an, isu Hitler mendukung pembuatan boneka seks di anggap tidak benar. Sebab, tidak ada bukti yang membuktikan teori tersebut.

Baca juga: Sisi Lain dr Boyke, Pengalaman Mistis hingga Pasien Sadomasokis

Mengapa orang menggunakan boneka seks?

Pemilik perusahaan manekin, Matt McMullen, mengatakan kepada majalah Vice bahwa orang membeli manekin karena merasa kesepian atau korban patah hati. Sejak Kapan Manusia Mengenal Boneka Seks?

Permintaan klien itu mendorong Matt untuk menciptakan boneka seks dengan teknologi AI (artificial intelligence).

“Saya pikir jika [AI] berkembang menjadi sangat baik, orang tidak lagi harus terlibat dalam perdagangan manusia, itu bisa menjadi hal positif,” kata Matt.

Baca juga: Setelah Nikahi Boneka Seks, Binaragawan Ini Siap Berkencan dengan Manusia

Kontroversial

Di sisi lain, sejumlah orang berkampanye karena keberadaan boneka seks. Mereka mengklaim hal itu hanya menjadikan perempuan sebagai objek seksual dan mempromosikan kekerasan seksual terhadap perempuan. Hal itu di ungkapkan oleh pencetus kampanye, Kathleen Richardson, dari De Montfort University di Inggris.

Apakah boneka seks aman digunakan?

Tidak banyak penelitian yang membahas tentang penggunaan boneka seks, sehingga belum di ketahui pasti dampak terhadap kesehatan. Industri boneka seks berfokus pada empat manfaat utama, seperti:

  • Promosi seks yang aman serta membantu mengurangi jumlah perdagangan seks, pekerja seks, dan wisata seks
  • Sebagai terapi berbagai jenis pelaku kejahatan seksual
  • Meningkatkan pengetahuan dan keahlian pengguna, serta memberikan terapi untuk masalah seksual, seperti disfungsi ereksi
  • Menurunkan tingkat pemerkosaan dan segala bentuk seks non-konsensual

Keamanan dalam kesehatan tergantung pada bahan yang di gunakan. Sejumlah boneka seks memang di buat dengan memperhatikan keamanan pengguna. Namun, sebagian produsen belum tentu melakukan hal itu. Untuk itu, di sarankan mencari tahu ulasan pelanggan sebelum membeli boneka seks.

Menyebabkan orang kurang bersosialisasi

Di sisi lain, memiliki boneka seks di khawatirkan akan menurunkan tingkat sosialisasi pemiliknya. Orang kemungkinan menjadi malas untuk bersosialisasi.

Selain itu, di takutkan pria memiliki pemikiran bahwa perempuan harus siap berhubungan seks setiap saat, serta mempromosikan kecantikan yang tidak wajar.

Baca juga: Setelah Nikahi Boneka Seks, Binaragawan Ini Siap Berkencan dengan Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *